Senin, 28 Agustus 2017

Gejala Organ LIVER (Hati) yang Jarang Disadari




LIVER atau HATI merupakan organ yang cukup penting peranannya dalam tubuh manusia. Fungsi utamanya adalah sebagai sebagai organ metabolisme tubuh, mensekresikan cairan empedu hingga tempat penyaringan berbagai racun.

Organ HATI rentan sekali terkena masalah, dan terkadang masalah kesehatan pada organ ini diabaikan. Nah, dilansir dari laman 1mhealthtips.com, berikut gejala kerusakan HATI yang patut diwaspadai.

1. Nyeri Perut
Sakit perut yang sering dialami, terutama di bagian kanan atas perut, merupakan tanda adanya kesalahan pada organ HATI kita. Rasa nyeri ini biasanya diakibatkan oleh kebiasaan minum obat kimia yang berlebihan.

2. Mudah Memar
HATI juga merupakan tempat memproses protein. Maka, jika terjadi masalah dengan proses ini biasanya ada dampaknya seperti mudah memar.

3. Kulit yang Gatal-gatal
Kerusakan HATI yang serius juga dapat dicirikan dengan kulit yang gatal-gatal, bahkan bisa diikuti dengan ruam-ruam yang muncul di sekitar kulit kita. Ini terjadi akibat adanya proses penyuplaian cairan Fluida yang terhalang.

4. Mual-mual
Hati merupakan tempat untuk menetralisir racun. Saat fungsi ini berkurang, maka dampaknya pencernaan kita akan terganggu lalu kita mungkin akan mudah mengalami mual hingga muntah-muntah efek dari racun yang tidak ternetralisir.

5. Kulit dan Putih Mata Menguning
Kerusakan HATI yang parah biasanya dicirikan dengan warna kulit dan putih mata yang menguning. Ini merupakan dampak dari organ HATI memproduksi bililubrin atau cairan kuning yang berlebihan.


Nah, itulah beberapa gejala jika kita memiliki kerusakan pada HATI kita.
Jika ada beberapa gejala terjadi sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. ***

Minggu, 06 Agustus 2017

GINJAL: Mengapa Rusak atau Tidak Berfungsi? (2)




KEBANYAKAN PENYAKIT GINJAL menyerang Nefron (Nephrons), sehingga kapasitas menyaringnya menjadi mengecil atau bahkan hilang. Kerusakan pada nefron ini dapat terjadi dengan cepat, yang merupakan hasil dari luka atau racun. Tetapi kebanyakan
penyakit ginjal merusak nefron secara perlahan dan tidak terdeteksi.

Dua penyebab umum penyakit ginjal adalah Diabetes dan Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi). Faktor genetik juga sangat berpengaruh. Jika keluarga kita memiliki riwayat kerusakan ginjal, maka kita juga sangat mungkin terkena GAGAL GINJAL.


1. Diabetic Nephropathy

Diabetes adalah penyakit di mana tubuh tidak dapat memproses gula sebagaimana harusnya. Jika kadar gula (yang tinggi) tetap berada dalam darah dan tidak diproses, dapat menjadi racun bagi tubuh. Kerusakan pada Nefron dari gula yang tidak diproses ini dinamakan Diabetic Nephropathy.

Seperti kita ketahui, tugas ginjal adalah membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolic sisa metabolism tubuh. Untuk melaksanakan fungsi itu, ginjal dilengkapi dengan kumparan pembuluh darah halus yang disebut glomerulus, serupa dengan filter kecil. Jika ginjal tidak bisa berfungsi baik, zat-zat sisa tadi tidak dapat dikeluarkan dengan sempurna. Hasilnya, zat-zat sisa akan menumpuk dan meracuni tubuh.

Penelitian dari The University of Washington menunjukkan, menderita penyakit ginjal berarti meningkatkan risiko kematian pasien diabetes (diabetes). Penyakit ginjal ditemukan pada 42,3 persen pasien diabetes. Mencegah terjadinya gagal ginjal disebut sebagai kunci panjang usia pengidap diabetes.


2. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil dalam ginjal. Pembuluh darah yang rusak ini tidak dapat menyaring racun dari darah sebagaimana mestinya.


3. Penyakit Ginjal Turunan dan Congenital

Ada beberapa penyakit ginjal turunan seperti Polycystic kidney disease (PKD), yang merupakan kelainan genetika yang membuat cysts berkembang dalam ginjal. PKD cysts perlahan-lahan menggantikan massa ginjal yang akhirnya mengurangi fungsi ginjal hingga tidak berfungsi.


4. Penyebab lainnya

·         Racun: Beberapa obat-obatan Over-the-counter dapat menjadi racun bagi ginjal apabila dikonsumsi dalam waktu yang lama. Produk yang mengabungkan aspirin, acetaminophen dan beberapa obat lainnya seperti ibuprofen ditemukan berbahaya bagi ginjal.
·         Trauma: Contoh pukulan langsung yang merusak ginjal
·         Penyebab lainnya: Nefritis (radang ginjal), gangguan anatomi ginjal, dan pengerasan pembuluh darah. Penyebab lainnya adalah gangguan metabolism yang mengganggu kerja organ, masalah prostat, dan obat-obatan tertentu.


Bagaimana Ginjal Bisa Rusak?

Banyak faktor yang mempengaruhi kecepatan ginjal menjadi rusak dan tidak sepenuhnya bias diketahui. Para ilmuwan masih mempelajari bagimana protein dan kadar kolesterol dalam darah mempengaruhi kinerja ginjal.


Apa Maksud dari Penyakit Ginjal Ini?

Acute Renal Failure (ARF)
Adalah berhentinya fungsi ginjal secara tiba-tiba. Contoh, kehilangan darah tiba-tiba, kecelakaan yang melukai ginjal, mengkonsumsi racun yang merusak ginjal, dan lain sebagainya. ARF ini dapat menjadi permanen namun jika ginjal kita tidak terluka fatal, maka hal ini dapat disembuhkan.

Chronic Renal Failure (CRF)
Kebanyakan masalah ginjal itu terjadi secara perlahan-lahan dan tidak terdeteksi. Pengurangan fungsi ginjal secara perlahan-lahan ini disebut dengan CRF atau Chronic Renal Disease (CRD).

End-stage Renal Disease (ESRD)
Kerusakan ginjal permanen total atau hampir total. Penderita ESRD harus mengikuti dialysis atau transplantasi untuk tetap hidup.

 
Gejala Kerusakan/Penyakit Ginjal:

Gejala ini sering kali tidak terdeteksi secara nyata. Biasanya terjadi sakit secara umum sehingga sulit terdeteksi. Misalnya: Sering sakit kepala atau kelelahan atau gatal–gatal seluruh tubuh. Jika penyakit ginjal kita semakin memburuk, kita akan sering buang air kecil atau semakin jarang, kehilangan nafsu makan atau pusing dan muntah. Tangan atau kaki akan merasa bengkak atau baal, mengantuk dan kurang konsentrasi.

Menurut sebuah Menurut sebuah survey medis di AS, sekitar 26 juta orang menderita bentuk kronis penyakit ginjal. Kondisinya menjadi lebih parah jika disertai penyakit Diabetes, atau Jantung. Sebuah diagnosis dini kondisinya dapat mendorong dilakukannya pencegahan atau penghambatan sehingga tidak berkembang menjadi gagal ginjal yang mengancam jiwa.

Dalam hal ini, kita bisa mendeteksi beberapa gejalanya, antara lain sebagai berikut:

GANGGUAN BUANG AIR KECIL:
Setiap gangguan yang berhubungan dengan fungsi ginjal biasanya muncul dalam bentuk kerusakan dalam system kemih. Penderita mungkin merasa adanya dorongan konstan untuk buang air kecil di malam hari, atau mungkin merasa sulit untuk buang air kecil. Ada mungkin terjadi apa yang dikenal sebagai HEMATURIA (darah dalam urin) dan urin mungkin berbusa atau bergelembung. Jumlah urin bisa lebih banyak atau sedikit dari biasanya. Urin mungkin pucat atau warna gelap.

KELELAHAN:
Kelelahan adalah gejala umum lainnya. Ini terjadi karena ketidakmampuan ginjal untuk memproduksi eritropoietin. Ketika eritropoietin tidak diproduksi dalam jumlah yang tepat, bisa menyebabkan kelangkaan dalam jumlah oksigen yang membawa sel darah merah. Ini menyebabkan otak dan otot menderita cepat kelelahan. Orang yang memiliki masalah ginjal gejalanya mirip dengan anemia. Salah satunya merasakan lelah kronis.

GATAL DAN MUAL:
Penyakit ginjal menghalangi fungsi organ untuk menghilangkan limbah dari aliran darah. Ini menyebabkan akumulasi limbah yang menjadi jelas dengan terjadinya gatal parah atau dalam beberapa kasus adalah ruam kulit. Ini merupakan penumpukan limbah dalam darah yang juga dapat menyebabkan mual atau muntah. Jika tumpukan limbah atau 'sampah' menumpuk di tubuh hal itu memicu rasa mual atau muntah. Ini merupakan cara 'sampah' tubuh tersebut untuk keluar.


RASA NYERI:
Kita sering mendengar orang mengeluh akan rasa nyeri di punggung, atau sisi mana ginjal yang terkena berada. Beberapa penyakit dapat menyebabkan pembentukan kista berisi cairan di ginjal atau hati, dan memicu rasa sakit ini.

MASALAH PERNAFASAN:
Cairan ekstra di mana ginjal tidak mampu lagi untuk menyingkirkannya, bisa terakumulai dalam paru-paru. Ini dapat menyebabkan sesak nafas, dan masalah pernafasan.

ADA RASA LOGAL DI MULUT:
Saat racun dalam aliran darah tidak mampu dibuang sempurna gara-gara ginjal bermasalah, hal ini bisa memicu munculnya rasa logam di mulut maupun nafas jadi bau. Beberapa pasien ada yang merasakan makanan dikonsumsi terasa seperti logam. ***

Sumber info: Dari beberapa sumber.