Kamis, 09 Desember 2021

Efek Buruk HIPERTENSI bagi Kesehatan Kita

Tekanan darah dalam kondisi "normal": 120/80 mmHg.

HIPERTENSI adalah istilah medis dari penyakit tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat mengakibatkan berbagai komplikasi kesehatan, di antaranya adalah meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, dan bahkan kematian.

Tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg. Lalu, praHipertensi adalah 120-139 mmHg / 80-89 mmHg. Kemudian, jika pemeriksaan secara berturut-turut dalam beberapa hari tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik lebih besar dari 90 mmHg, orang tersebut menderita Hipertensi. Hipertensi Tahap 1: 140-159/90-99 mmHg. Hipertensi Tahap 2: Sistolik di atas 159 dan diastolik 100 mmHg atau lebih.

Beberapa efek buruk Hipertensi (sumber: Kemenkes RI).

Kami kutip dari situs informasi-komunikasi Kementerian Kesehatan RI, bahwa jika tidak terkontrol, hipertensi dapat menyebabkan terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung koroner dan stroke, gagal jantung, gagal ginjal, penyakit vaskular perifer dan kerusakan pembuluh darah retina yang mengakibatkan gangguan penglihatan. Semakin tinggi tekanan darah, semakin tinggi risiko kerusakan pada jantung dan pembuluh darah pada organ besar seperti otak dan ginjal.

Beberapa gejala terkena Hipertensi (sumber: Kemenkes RI).

Tidak semua penderita Hipertensi mengenali atau merasakan keluhan maupun gejala, sehingga Hipertensi sering dijuluki sebagai pembunuh diam-diam (silent killer). Biasanya, keluhan-keluhan pada penderita Hipertensi antara lain adalah: Sakit kepala, gelisah, jantung berdebar-debar, pusing, penglihatan kabur, rasa sakit di dada, mudah lelah, dan lainnya. Jadi, bila kita sering merasakan beberapa gejala di atas, segeralah periksa ke dokter. Pengobatan Hipertensi termasuk merupakan pengobatan yang terus-menerus dalam waktu relative lama.*** (YW).

Pencegahan dan pengendalian Hipertensi (sumber: Kemenkes RI).

Sabtu, 18 September 2021

Pankreas, Diabetes dan Asupan Alami (Herbal)

Pankreas adalah bagian penting dari sistem pencernakan kita

SEKALI LAGI, SOAL PANKREAS. Salah satu organ dalam sistem pencernakan kita. Secara umum, fungsi Pankreas adalah memproduksi Hormon dan Enzim. Pankreas mengeluarkan hormon Insulin dan Glukagon. Kedua hormon ini berperan penting dalam mengatur kadar glukosa atau gula di dalam darah.

Hormon Insulin berperan mengikat glukosa dari darah (dari makanan yang kita makan) dan dibawa ke berbagai jaringan dalam tubuh, agar dapat digunakan sebagai energi. Hormon Insulin juga membantu organ Hati (Liver) menyerap glukosa dan menyimpannya menjadi glikogen (cadangan energi). Ketika glukosa dalam darah terlalu rendah, hormon Glukagon siap memecah kembali glikogen di dalam hati menjadi glukosa sebagai energi tubuh.

Bagaimana jika fungsi Pankreas terganggu? Tentu akan menyebabkan beberapa penyakit serius, antara lain: Diabetes dan Kanker Pankreas.

Adakah asupan alami atau herbal yang bisa membantu memperbaiki kinerja Pankreas? Ada. Di antaranya sebagai berikut: Bawang Putih, Bayam (Sayuran Hijau), Brokoli, Kubis, Jamur, Cherry, Ubi Jalar, Anggur, Teh Hijau, Ginseng, Cengkeh, Minyak Kelapa, Kunyit, Tempe (Makanan Fermentasi), dan Akar Dandelion.

Bawang Putih

Bawang Putih. Selain Bawang Putih juga ada bawang merah, bawang bombay, dan lainnya. Mengandung sulfuir, arginine, selenium, dan flavonoid yang bisa mencegah kanker pankreas.


Bayam.  Journal of the National Cancer Institute menunjukkan bahwa mengonsumsi bayam dan sayuran (hijau) lainnya sangat baik untuk mencegah kanker pankreas.


Cherry. Adalah sumber antioksidan alami yang baik untuk mencegah kanker pankreas. Pilih Cherry yang organik dan tidak terkena pestisida.


Jamur


Jamur. Sumber yang baik untuk serat, selenium, potasium, dan vitamin D2 serta mengandung kalori. Bisa mencegah pertumbuhan sel pankreas.


Brokoli. Mengandung flavonoid yang disebut apigenin, baik untuk melindungi jaringan pankreas. Baik untuk dikonsumsi mentah ataupun kukus ringan saja.


Ubi jalar. Bisa melindungi pankreas dan membantu pelepasan gula secara berkala dalam tubuh. Ubi jalar juga bisa melindungi sistem pencernaan.


Anggur


Anggur Merah. Mengandung resveratol yang merupakan antioksidan sangat kuat. Resveratol mencegah kerusakan pembuluh darah dan peradangan. Antioksidan ini juga bisa mematikan sel kanker pankreas.*** (YW, dari beberapa sumber).

Senin, 26 Juli 2021

Diabetes: Pankreas dan Insulin

Organ Pankreas dalam tubuh kita

PANKREAS adalah salah satu organ dalam sistem pencernakan manusia. Secara umum, fungsi Pankreas adalah memproduksi Hormon dan Enzim. Pankreas mengeluarkan hormon Insulin dan Glukagon. Kedua hormon ini berperan penting dalam mengatur kadar glukosa atau gula di dalam darah.


Hormon Insulin berperan untuk mengikat glukosa dari darah (dari makanan yang kita makan) dan dibawa ke berbagai jaringan dalam tubuh, agar dapat digunakan sebagai energi. Hormon Insulin juga membantu organ Hati (Liver) guna menyerap glukosa dan menyimpannya menjadi glukogen (cadangan energi). Ketika glukosa dalam darah terlalu rendah, hormon Glukagon siap memecah kembali glukagen di dalam hati menjadi glukosa sebagai energi tubuh.

Apa yang terjadi jika fungsi Pankreas terganggu atau bahkan rusak? Jelaslah bahwa hal itu akan menyebabkan beberapa penyakit serius. Antara lain: Diabetes dan Kanker Pankreas.

Bagaimana cara menangani gangguan Pankreas? Bila masih dalam taraf “gangguan”, kita bisa mengatur pola makan kita dengan prinsip gizi seimbang, kemudian diiringi dengan olahraga teratur dan menjaga berat badan ideal. Namun, jika sudah rusak, maka harus dilakukan beberapa cara pengobatan. Misalnya dengan cara penyuntikan insulin, pemberian enzim, atau transplantasi Pankreas.

Sayur-mayur hijau

Adakah herbal yang bisa membantu memperbaiki kinerja Pankreas? Ada. Antara lain adalah asupan Blueberry, Tempe (Makanan Fermentasi), Jamur Reishi, Bawang Putih, Biji Anggur, Akar Dandelion, Teh Hijau, Ginseng, Cengkeh, Sayuran Hijau (Bayam), Sayuran Jingga, Kubis, Minyak Kelapa, Kunyit, dan Ubi.

Teh hijau

Bagaimana dengan penderita Diabetes? Tentunya, selain berusaha menurunkan kadar gula darah, penderita Diabetes juga harus berupaya memperbaiki resitensi Insulin yang bisa dimulai dengan (misalnya) mengecilkan lingkar perut dengan menambah massa otot, dan mengurangi masa lemak di perut. Atur pola makan dan melakukan olahraga sesuai sasaran. *** (YW, dari beberapa sumber).



Jumat, 11 Juni 2021

Beberapa Asupan Herbal untuk Diabetes

Bawang Putih.

ADA BANYAK TANAMAN yang dipercaya dapat membantu mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh. Meskipun penelitian untuk membuktikan khasiatnya juga masih terus dilakukan. Di antara ragam tanaman yang berpotensi dijadikan “obat herbal” diabetes itu adalah:

BAWANG PUTIH. Ekstrak Bawang Putih mengandung ethanol, berpotensi menjadi obat herbal diabetes. Bawang Putih juga memiliki efek penyembuh lainnya, karena memiliki sifat antibakteri, dan juga dipercaya dapat menurunkan tekanan darah maupun kadar kolesterol.

KAYU MANIS. Mengonsumsi Kayu Manis secara teratur dalam jumlah tertentu, dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan kolesterol. Kayu Manis juga dinilai berpotensi mengurangi faktor risiko yang berhubungan dengan diabetes dan penyakit jantung.

PARE. Selain bisa diolah sebagai santapan, sayur Pare juga dapat dinikmati sebagai jus maupun suplemen dan dikonsumsi sebagai obat herbal untuk diabetes. Pare berpotensi meringankan gejala yang muncul akibat diabetes.

Pare.

JAHE. Salah satu manfaat Jahe adalah sebagai obat herbal diabetes. Jahe berpotensi mengatasi resistensi insulin yang sering dialami oleh pengidap diabetes. Jahe dapat membantu menurunkan kadar gula darah, tanpa menurunkan kadar insulin dalam darah.

KETUMBAR. Ekstrak biji ketumbar terbukti memiliki komponen yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan berperan dalam pengolahan insulin.

LIDAH BUAYA. Lidah Buaya membantu memperbaiki sel-sel pada organ pankreas yang bertugas memproduksi insulin. Menjadikan produksi hormon insulin kembali normal, sangat penting untuk menjaga kadar gula di dalam darah. Ini bisa didapat dari kandungan antioksidan dalam Lidah Buaya.

Lidah Buaya.

GINSENG. Ginseng dipercaya dapat menurunkan gula darah. Penelitian seputar manfaat signifikan ginseng untuk diabetes juga terus dilakukan lebih jauh.

DAUN SALAM. Daun Salam atau Bay leaf  merupakan salah satu obat herbal diabetes yang terbilang efektif. Daun Salam menghasilkan minyak atsiri yang dapat menurunkan kadar glukosa dalam tubuh. Daun Salam mengandung polifenol yang bermanfaat bagi tubuh sebagai antioksidan.

SAMBILOTO. Sambiloto atau Green chiretta merupakan tumbuhan yang memiliki zat aktif Andrografolida. Ini baik untuk kesehatan, termasuk untuk “obat herbal” diabetes, dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah.

BROKOLI. Brokoli mengandung sulphorapane yang berguna untuk menurunkan kadar gula di dalam darah. Senyawa itu dikenal sebagai kandungan obat herbal diabetes yang ampuh, bahkan sulphorapane dapat menggantikan obat metformin yang biasa dikonsumsi oleh kalangan penyandang penyakit diabetes.

LABU. Labu dikemas dengan serat dan antioksidan sehingga sangat baik untuk pengaturan gula darah. Labu juga kaya karbohidrat polisakarida yang berpotensi sebagai pengatur gula darah.

KACANG-KACANGAN. Kacang bisa menjadi cara efektif untuk membantu mengatur kadar gula darah. Mengonsumsi kacang dan almond sepanjang hari sebagai bagian dari diet rendah karbohidrat dapat mengurangi kadar gula darah puasa dan setelah makan.

Pepaya.

PEPAYA. Daun dan biji Pepaya dapat menurunkan kadar gula darah, lemak di tubuh, dan mempercepat penyembuhan luka.

BUAH BERI. Buah Beri sarat dengan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan, sehingga buah ini adalah pilihan yang sangat baik bagi orang-orang dengan masalah pengelolaan gula darah.

ALPUKAT. Buah Alpukat dapat menawarkan manfaat yang luar biasa sebagai buah penurun gula darah. Alpukat kaya lemak sehat, serat, vitamin dan mineral, sehingga dapat mengontrol atau bahkan menurunkan kadar gula darah.

JERUK. Meskipun banyak buah Jeruk manis, penelitian menunjukkan bahwa Jeruk dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Jeruk dianggap buah glikemik rendah.

APEL. Apel mengandung serat larut dan senyawa tumbuhan, termasuk quercetin, asam klorogenat, dan asam galat, yang semuanya dapat membantu mengurangi gula darah dan melindungi diri dari diabetes.

KULIT MANGGIS. Kulit Manggis memiliki kandungan xanthone yang bermanfaat menurunkan resistensi tubuh terhadap gula darah. Dan, kulit Manggis juga populer dengan predikat obat herbal anti kanker.

Beras/Nasi Merah.

BERAS MERAH. Beras merah dapat dijadikan “obat herbal” diabetes yang ampuh. Karena, kandungan karbohidratnya kompleks. Tingginya serat alami beras merah juga baik terhadap pencernaan dan kesehatan tubuh. Beras merah pun memiliki kandungan indeks glikemik sedang.


OAT/BEKATUL. Oat atau Bekatul adalah menu makanan yang dapat membantu mengontrol kadar gula darah karena dua makanan ini mengandung serat larut yang tinggi, yang telah terbukti memiliki khasiat pengurang gula darah.


TELUR. Telur adalah makanan yang sangat bergizi karena menyediakan banyak nutrisi, mulai dari protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Sejumlah penelitian telah mengaitkan konsumsi Telur dengan kontrol gula darah yang lebih baik. ***

Minggu, 25 April 2021

Kebaikan Berpuasa bagi Penyandang Diabates

BANYAK MANFAAT DAN KEBAIKAN yang didapat oleh penderita penyakit diabetes (diabetes) yang berpuasa. Sebagaimana kami kutip dari hellosehat.com, di antaranya adalah:

Glukosa Lebih Teratur

Ketika kita sudah berpuasa selama 8 jam pada hari itu, tubuh mengalami banyak perubahan. Perubahan paling besar adalah dalam penggunaan energi dalam tubuh. Mulanya, tubuh menggunakan glukosa sebagai energi utama. Namun, ketika gula (glukosa) itu habis, tubuh mulai memecah cadangan lemak untuk dijadikan energi. Jika lemak terus digunakan sebagai energi, maka berat badan pun akan menurun. Penurunan berat badan ini bisa mempengaruhi kerja tubuh dalam mengatur kadar gula darah, kolesterol darah, hingga tekanan darah. Itu sebabnya, puasa memiliki manfaat sebagai salah satu cara mengendalikan kadar gula darah.

Mengurangi Ketergantung terhadap Obat

Laman WebMD merilis penelitian yang dilakukan terhadap 3 orang pengidap diabetes tipe 2. Mereka diminta berpuasa 3 hari dalam seminggu dan kadang setiap hari. Setelah sebulan, ketiga orang itu mampu mengurangi ketergantungan terhadap pengobatan insulin, bahkan berhenti total. Kurang dari setahun, mereka berhasil menghentikan pengobatan diabetes. Jadi, manfaat puasa untuk penderita diabetes salah satunya adalah mengurangi ketergantungan terhadap obat-obatan. Hal ini perlu penelitian lebih lanjut, apakah kondisi ini hanya bersifat sementara waktu atau bisa berlangsung selamanya.


Menjaga Kesehatan Organ Tubuh

Manfaat puasa juga bisa membawa pengaruh baik pada sebagian besar organ tubuh, termasuk untuk orang diabetes. Umumnya, tubuh menyimpan glukosa untuk berjaga-jaga. Nah, glukosa simpanan ini disebut glikogen yang tersimpan dalam organ hati kita. Glikogen butuh waktu sekitar 12 jam untuk digunakan. Jika kita berhenti makan dalam waktu cukup panjang, tubuh mulai membakar lemak sebagai pengganti glikogen tersebut. Pembakaran lemak ini menghasilkan energi dan mengistirahatkan hati dan pankreas kita, yakni dua organ tubuh yang bertugas untuk memproduksi insulin sebagai hormon pengatur gula darah.

Meningkatkan Kedisiplinan

Salah satu manfaat puasa untuk penderita diabetes adalah meningkatkan kedisiplinan dalam mengonsumsi obat. Ketika sedang berpuasa, kita hanya diperbolehkan makan dan minum 2 kali dalam sehari-semalam, yaitu saat sahur dan berbuka. Penyandang diabetes pun harus mengikuti pola itu dan menuruti penggunaan dosis obat yang telah diberikan dokter. Pola makan dan konsumsi obat yang lebih teratur inilah yang membuat mereka lebih disiplin daripada hari-hari biasanya. Dengan begitu, kontrol gula darah bisa menjadi lebih baik. *** (by YW).


Tips Berpuasa bagi Penderita Diabetes

(Sumber: www.klikdokter.com)

·         Konsultasi Dokter Saat Berencana Puasa

·         Cek Gula Darah secara Rutin

·         Pastikan Kebutuhan Cairan Tubuh Terpenuhi

·         Gunakan Obat Sesuai Petunjuk Dokter

·         Hindari Makan Berlebih Saat Berbuka

·         Jangan Lewatkan Makan Sahur

·         Konsumsi Makanan Tinggi Protein dan Serat

·         Jangan Konsumsi Makanan Manis secara Berlebihan

·         Tetap Melakukan Olahraga (ringan)

·         Pertimbangkan Konsumsi Suplemen

Senin, 15 Februari 2021

Cegah Komplikasi Covid19 bagi Penderita Diabetes


KAMI KUTIP dari www.klikdokter.com (yang dirilis pada 5 Oktober 2020) bahwa orang yang memiliki penyakit Diabetes harus lebih waspada terhadap infeksi Covid19. Jika penyandang Diabetes terinfeksi Covid19, dia akan berisiko mengalami gejala berat dan membutuhkan perawatan khusus di rumah sakit.

Penelitian menunjukkan bahwa 25 persen orang yang dibawa ke rumah sakit akibat mengalami gejala serius dari infeksi Covid19 memiliki penyakit Diabetes. Gula darah yang tinggi dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan berbagai infeksi, termasuk infeksi Virus Corona. Kadar gula darah yang tinggi juga menjadi tempat ideal bagi virus untuk berkembangbiak. Selain itu, penderita Diabetes biasanya memiliki penyakit lain yang makin memperberat kondisi mereka jika terinfeksi Covid19, seperti turunnya sistem imun, penyakit jantung koroner, ginjal, dan lainnya.


Namun, jika kita penderita Diabetes, jangan khawatir. Ada dua hal penting yang dapat kita lakukan, yaitu menghindarkan diri dari infeksi Covid19 dan rajin mengontrol gula darah. Misalnya, tidak perlu keluar rumah kecuali untuk hal-hal yang sangat penting. Jalankan protokol kesehatan dengan baik, misalnya (jika harus keluar rumah), gunakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak.

Diabetes termasuk penyakit Komorbid (penyerta). Jika kita memiliki penyakit Komorbit ini dan terinfeksi Covid19, kita akan berisiko tinggi untuk mengalami gejala berat. Karena itu, lakukan ikhtiar dan strategi pencegahan sedini dan sebaik mungkin.


Menurut data Pemerintah, sebanyak 50 persen pasien positif Covid19 memiliki penyakit penyerta (Komorbid). Penyakit Komorbid yang berisiko TINGGI jika terpapar Covid19 adalah Kanker, Ginjal, Paru-paru, pasien yang pernah menjalani transplantasi organ dalam, Obesitas, penyakit Jantung (gagal jantung, jantung koroner, dan lemah jantung), dan Diabetes (tipe-2). Sementara itu, yang berisiko SEDANG jika terpapar Covid-19 adalah Asma, Cerebrovascular, Hipertensi, Immunodefisiensi, Dementia, Liver, Kehamilan, Fibrosis paru, Talasemia dan Diabetes (tipe-1). *** (Yoyok W.)


Minggu, 24 Januari 2021

Gula Darah Tinggi, Ini Tanda-tanda yang Muncul di Kulit

INI KAMI RUJUK dari TribunJogja.com (19 Januari 2021), perihal sejumlah tanda yang bisa muncul di kulit saat kadar gula darah kita dalam kondisi tinggi. Tanda-tanda itu bisa berupa ruam, gatal hingga kulit seperti melepuh. Berikut adalah tanda-tanda kadar gula darah tinggi yang bisa muncul di permukaan kulit:

Bercak Kuning, Kemerahan atau Cokelat pada Kulit. Biasanya bermula dari benjolan padat kecil seperti jerawat. Saat berkembang, benjolan berubah menjadi bercak kulit yang bengkak dan keras. Bercak bisa berwarna kuning, kemerahan, atau kecokelatan. Kulit di sekitarnya tampak seperti porselen yang mengilap. Kulit terasa gatal. Melewati siklus di mana ia aktif, tidak aktif, dan kemudian aktif kembali. Tidak berbahaya, tapi bisa menyebabkan komplikasi.



Area Kulit yang Gelap Terasa seperti Beludru. Bercak gelap kulit beludru di bagian belakang leher, ketiak, selangkangan, atau di tempat lain dapat berarti bahwa insulin dalam darah kita terlalu banyak. Ini tanda pradiabetes, tanda pertama seseorang mengidap diabetes.

 

Kulit Terasa Keras dan Menebal. Tanda ini kerap muncul di jari tangan, kaki, atau keduanya. Jika diabetes tidak terkontrol dalam waktu lama, kita merasa seperti ada kerikil di ujung jari kita. Kulit yang keras, tebal, dan tampak bengkak dapat menyebar, muncul di lengan bawah dan lengan atas, juga bisa di punggung atas, bahu, dan leher. Mengontrol diabetes dengan lebih baik dapat meredakannya.

 

Lepuh. Ini jarang terjadi, tapi penderita diabetes dapat melihat lepuh tiba-tiba muncul di kulit. Lepuh cenderung terbentuk di tangan, kaki, atau lengan bawah dan terlihat seperti lepuh yang muncul setelah luka bakar. Jika demikian, ambil langkah untuk mencegah infeksi. Kontrol diabetes dengan lebih baik.

 

Infeksi Kulit. Orang yang menderita diabetes cenderung mengalami infeksi kulit. Di antaranya, kulit terasa panas dan bengkak yang menyakitkan. Ruam yang gatal dan terkadang lepuh kecil, kulit bersisik kering, atau cairan putih yang terlihat seperti keju. Infeksi kulit dapat terjadi di setiap area tubuh.

 

Luka dan Luka Terbuka. Mempunyai gula darah tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan sirkulasi yang buruk dan kerusakan saraf. Kita bisa mengalami hal ini jika kita pernah menderita diabetes yang tidak terkontrol dalam waktu yang lama. Hal ini terutama berlaku untuk kaki. Luka terbuka ini disebut ulkus diabetes.

 

Bintik-bintik. Ini umum terjadi pada orang diabetes. Biasanya terbentuk di tulang kering. Pun kadang di lengan, paha, batang tubuh, atau area tubuh lainnya. Bintik-bintik itu biasanya berwarna cokelat. Banyak orang salah mengartikannya sebagai bintik-bintik penuaan.



Pecahnya Benjolan Kecil Warna Kuning Kemerahan. Terlihat seperti jerawat. Bisa

di bokong, paha, lekukan siku, atau punggung lutut. Terasa lembut dan gatal.

 

Kulit Kering dan Gatal. Penderita diabetes cenderung memiliki kulit kering. Gula darah tinggi bisa menyebabkan kondisi ini. Jika terjadi infeksi kulit atau sirkulasi yang buruk, hal ini juga dapat menyebabkan kulit kering dan gatal. Untuk itu, kontrol kadar gula darah guna mengurangi kondisi ini.

 

Bercak Bersisik Kekuningan di Sekitar Kelopak Mata. Ini berkembang ketika kita memiliki kadar lemak tinggi dalam darah. Ini juga bisa menjadi tanda bahwa kondisi diabetes kita tidak terkontrol dengan baik.



Kutil. Banyak orang memiliki kutil, pertumbuhan kulit yang menggantung dari tangkai. Namun, memiliki banyak kutil mungkin merupakan tanda bahwa kita memiliki terlalu banyak insulin dalam darah atau mengidap diabetes tipe 2. Pertumbuhan ini paling sering terjadi pada kelopak mata, leher, ketiak, dan selangkangan.

 

Catatan: Diabetes dapat menyebabkan banyak masalah kulit lainnya. Sebagian besar masalah kulit tidak berbahaya. Akan tetapi, masalah kecil pun dapat menjadi serius pada penderita diabetes. Konsultasikan dengan Dokter, dan selalulah kontrol kadar gula darah kita sehingga tidak kronis yang menyebabkan komplikasi pada organ tubuh kita. (YW)***