Selasa, 21 Maret 2017

SALAK: Baik untuk Kanker & Kesehatan Mata




Dalam bahasa latin, salak disebut sallaka edulis. Di Amerika dan Eropa, buah ini disebut snake fruit karena bentuk kulitnya yang menyerupai sisik ular. Salak yang tumbuh hanya di daerah tropis ini memang tidak setenar apel, jeruk atau pisang. Maklum, karena kita masih belum banyak yang tahu manfaat yang terkandung dalam buah salak untuk kesehatan tubuh kita.

Kandungan gizi di dalam buah salak: 368 kk energy, 0,8 gr protein, 90,3 gr karbohidrat, 0,4 gr lemak, 38 mg kalsium, 31 mg fosfor, 3,9 mg zat besi, 8,4 gr vitamin C, serat, beberapa gram vitamin B dan mineral.

Manfaat salak untuk kesehatan tubuh, antara lain sebagai berikut:

1. Meningkatkan sistem imun. Kandungan vitamin C pada salak meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus penyakit.

2. Menjaga kesehatan mata. Salak mengandung betakarotin lima kali lebih banyak dari wortel, tomat, mangga dan semangka. Maka, jika kita tidak menyukai wortel, bisa menggunakan salak sebagai buah alternatif memenuhi kebutuhan kesehatan mata.
3. Mencegah pertumbuhan kanker. Salah kaya antioksidan yang dapat mencegah tumbuh-kembang sel kanker penyebab kanker.
4. Mengobati diare. Salak mengandung tanin yang telah banyak dikenal sebagai bahan pengobatan pada diare.
5. Kaya serat. Mitos mengatakan, mengonsumsi salak terlalu banyak akan membuat buang air besar menjadi susah. Padahal, kulit ari buah salak mengandung serat yang dibutuhkan tubuh, yang justru memperlancar pencernaan. Jadi, usahakan kulit ari buah salak jangan sampai terbuang.
6. Membantu proses diet. Kandungan karbohidrat yang cukup tinggi mampu untuk menahan lapar ketika sedang menjalankan program diet.
7. Meningkatkan kecerdasan otak. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa salak mampu meningkatkan kinerja otak dengan membawa kandungan pottasium dan pektin, yang dapat menutrisi beberapa syaraf serta mampu memperlancar dan mengendalikan peredaran darah menuju otak.

Catatan: sayangnya salak tidak diperuntukkan bagi penderita maag dan tifus karena beberapa kandungannya tidak baik untuk pasien. Namun, terlepas dari hal itu, kita bisa mengonsumsi salak kapan saja. Bahkan, akan lebih nikmat lagi jika dibuat sebagai asinan atau kripik salak untuk camilan sehari-hari. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar